Theme Colors

Sejarah Sarung

  • March 02, 2014
  • wadimor

Sarung sudah melekat dengan ciri khas masyarakat muslim di Indonesia. Walau sesungguhnya pemakain sarung tidak menunjuk pada identitas agama tertentu. Karena sarung juga digunakan oleh berbagai kalangan di berbagai suku yang ada.

Sarung pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke 14, dibawa oleh para saudagar Arab dan Gujarat. Kita tahu bahwa pada awal kejayaan Islam, produksi tekstil sangatlah melonjak dan menjadi komoditi industri pertama. Kain sarung adalah salah satu produk bahan tekstil yang tetap tak lekang ditelan zaman hingga hari ini.

Yaman kemudian disebut-sebut yang pertama kali membudayakan sarung. Di sana, sarung dikenal dengan sebutan futah. Sementara, dalam terminologi bahasa Arab, sarung disebut dengan nama izaar dan marak berkembang di seluruh benua di dunia, termasuk Indonesia. Penggunaa sarung pun mulai meluas, bukan hanya pada persoalan ibadah semata. Pesta pernikahan dan tradisi adat lainnya kerap juga menggunakan sarung.

Di Indonesia, sarung sudah menjadi busana kehormatan dan standar kesopanan. Ini terbukti saat warga Indonesia, khususnya kaum muslimin, mengenakan sarung pada saat beribadah menghadap Tuhan. Bahkan, ada juga yang memakai sarung sebagai bentuk perlawanan pada maraknya budaya barat yang mengepung.